Belakangan ini, matcha latte makin populer di Indonesia. Minuman hijau khas Jepang ini banyak dijual di kafe kekinian, harganya pun lumayan, mulai dari Rp25.000 sampai Rp40.000 segelas. Padahal, kamu bisa bikin racikan ini sendiri di rumah dengan rasa yang tidak kalah enak, bahkan lebih hemat.
Artikel ini akan membahas apa itu minuman ini, manfaatnya untuk kesehatan, bahan yang dibutuhkan, sampai cara membuatnya langkah demi langkah. Cocok untuk pemula yang baru mau coba bikin sendiri di rumah.
Apa Itu Matcha Latte?
Matcha latte adalah minuman yang terbuat dari bubuk teh hijau matcha yang dicampur dengan susu. Bedanya dengan teh hijau biasa, matcha dibuat dari daun teh yang ditanam khusus, lalu digiling halus sampai jadi bubuk. Karena itu, saat diminum, kamu benar-benar mengonsumsi seluruh daunnya, bukan hanya air seduhannya.
Rasanya cenderung sedikit pahit dengan aroma khas rumput atau daun segar, tapi jadi lebih creamy dan lembut setelah dicampur susu. Ini yang membuat racikan ini disukai banyak orang, termasuk yang biasanya tidak suka rasa teh hijau murni.
Manfaat Matcha Latte untuk Kesehatan
Selain rasanya yang unik, minuman ini juga punya beberapa manfaat kesehatan berikut ini.
1. Kaya Antioksidan Matcha mengandung antioksidan jenis katekin dalam jumlah tinggi, khususnya EGCG. Menurut studi yang dirangkum Healthline, kandungan ini membantu melawan radikal bebas dalam tubuh yang bisa memicu penuaan dini dan berbagai penyakit.
2. Sumber Energi yang Lebih Stabil Matcha mengandung kafein, tapi efeknya berbeda dari kopi. Kandungan L-theanine membuat energi yang dihasilkan terasa lebih stabil, tidak bikin jantung berdebar atau gampang lemas setelah efeknya hilang.
3. Membantu Fokus dan Konsentrasi Kombinasi kafein dan L-theanine dipercaya bisa meningkatkan fokus tanpa membuat gelisah. Karena itu, banyak orang minum racikan ini saat mau kerja atau belajar.
4. Mendukung Metabolisme Tubuh Beberapa penelitian menunjukkan kandungan di dalamnya dapat membantu proses metabolisme tubuh bekerja lebih optimal, terutama saat dikombinasikan dengan pola hidup sehat.
5. Baik untuk Kesehatan Mulut Katekin dalam matcha juga diketahui punya sifat antibakteri yang bisa membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Catatan: Konsumsi matcha tetap perlu dibatasi, sekitar 1-2 gelas sehari, karena tetap mengandung kafein. Bagi yang sensitif terhadap kafein atau punya kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter.
Bahan-Bahan Membuat Matcha Latte
Untuk membuat satu gelas matcha latte di rumah, siapkan bahan-bahan berikut.
- 1-2 sendok teh bubuk matcha (pilih yang kualitas culinary grade untuk latte)
- 60 ml air panas (suhu sekitar 70-80°C, jangan sampai mendidih)
- 200 ml susu cair (bisa susu sapi, oat milk, atau susu almond)
- 1-2 sendok makan gula cair atau sirup vanila (opsional, sesuai selera)
- Es batu (jika ingin versi dingin)
Cara Membuat Matcha Latte di Rumah
Berikut langkah-langkah membuat minuman ini yang simpel dan bisa langsung dipraktikkan.
1. Saring Bubuk Matcha
Ayak bubuk matcha menggunakan saringan halus ke dalam mangkuk kecil. Langkah ini penting agar tidak menggumpal saat diseduh.
2. Seduh dengan Air Panas
Tuang air panas (bukan air mendidih) ke atas bubuk matcha. Air yang terlalu panas bisa membuat rasanya jadi pahit dan aromanya berubah.
3. Kocok Sampai Berbusa
Aduk cepat menggunakan chasen (kuas bambu khusus matcha) atau mini whisk sampai bubuknya larut dan muncul busa halus di permukaan. Jika tidak punya alat khusus, kocok menggunakan garpu atau milk frother juga bisa.
4. Siapkan Susu
Panaskan susu jika ingin versi hangat, atau gunakan susu dingin dan es batu untuk versi iced.
5. Gabungkan Matcha dan Susu
Tuang larutan matcha ke dalam gelas berisi susu. Tambahkan gula cair atau sirup sesuai selera, lalu aduk rata.
6. Sajikan
Matcha latte siap dinikmati. Untuk versi dingin, tambahkan es batu secukupnya sebelum disajikan.
Tips Agar Matcha Latte Tidak Menggumpal
- Selalu ayak bubuk matcha sebelum diseduh.
- Gunakan air panas, bukan air dingin, saat pertama kali melarutkan matcha.
- Kocok dengan gerakan cepat membentuk huruf “W” atau “M”, bukan diputar melingkar.
- Pilih bubuk matcha yang masih segar dan disimpan di tempat kedap udara agar tidak menggumpal karena lembap.
Variasi Matcha Latte yang Bisa Dicoba
Kalau sudah bosan dengan resep dasar, berikut beberapa variasi matcha latte yang bisa dicoba di rumah.
- Iced Matcha Latte – versi dingin dengan tambahan es batu, cocok untuk cuaca panas.
- Matcha Latte Vanila – tambahkan sirup vanila untuk rasa yang lebih manis dan lembut.
- Matcha Latte Oat Milk – gunakan oat milk sebagai pengganti susu sapi, cocok untuk yang tidak minum susu hewani.
- Matcha Latte Madu – ganti gula dengan madu untuk rasa manis yang lebih alami.
- Dirty Matcha Latte – tambahkan satu shot espresso untuk sensasi rasa kopi dan matcha sekaligus.
FAQ
Apakah matcha latte bisa dibuat tanpa alat khusus? Bisa. Kamu bisa menggunakan garpu, milk frother listrik, atau bahkan shaker/botol tertutup yang dikocok kuat-kuat sebagai pengganti chasen.
Berapa lama bubuk matcha bisa disimpan? Bubuk matcha yang belum dibuka bisa bertahan sekitar 6-12 bulan jika disimpan di tempat sejuk dan kedap udara. Setelah dibuka, sebaiknya habiskan dalam 1-2 bulan agar rasa dan warnanya tetap segar.
Apakah matcha latte aman diminum setiap hari? Aman, asalkan dalam jumlah wajar (1-2 gelas sehari) dan memperhatikan kandungan kafeinnya, terutama bagi yang sensitif terhadap kafein
Membuat matcha latte sendiri di rumah ternyata tidak sulit dan tidak butuh alat mahal. Dengan bahan sederhana seperti bubuk matcha, air panas, dan susu, kamu sudah bisa menikmati matcha latte dengan rasa seperti di kafe favorit. Selain lebih hemat, kamu juga bisa mengatur sendiri tingkat manis dan jenis susu sesuai kebutuhan.
Yuk, coba resep matcha latte di atas di rumah dan rasakan sendiri manfaatnya untuk tubuh dan aktivitas harianmu.

